Pentingnya Penggunaan Skincare Rutin Guna Menjaga Hidrasi Kulit Selama Bulan Puasa

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:57:12 WIB
Pentingnya Penggunaan Skincare Rutin Guna Menjaga Hidrasi Kulit Selama Bulan Puasa

JAKARTA - Memasuki bulan suci Ramadhan, perubahan pola makan dan asupan cairan menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan tubuh, termasuk kulit.

Kondisi tubuh yang tidak menerima asupan air selama belasan jam berisiko memicu dehidrasi yang berdampak langsung pada kelembapan kulit wajah dan tubuh. Untuk menyiasati hal tersebut, penggunaan produk perawatan kulit atau skincare menjadi solusi krusial guna memastikan kulit tetap sehat dan terhidrasi dengan baik meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Riva Ambardina Pradita, Sp.D.V.E., menjelaskan bahwa menjaga hidrasi kulit merupakan faktor utama yang tidak boleh diabaikan selama berpuasa.

Menurutnya, kondisi kulit yang kering bukan sekadar masalah estetika, melainkan dapat memicu kerusakan pada lapisan pelindung terluar kulit atau skin barrier. Jika lapisan ini terganggu, kulit akan menjadi jauh lebih rentan terhadap berbagai masalah medis.

Bahaya Kulit Kering Terhadap Pertahanan Skin Barrier

Kurangnya asupan cairan saat siang hari secara otomatis akan memengaruhi kadar air di dalam sel kulit. dr. Riva menekankan bahwa ketika kulit mengalami kekeringan yang ekstrem, fungsinya sebagai pelindung tubuh akan melemah. Hal ini menjadi pintu masuk bagi berbagai masalah kulit yang lebih kompleks. Kondisi lingkungan seperti paparan sinar matahari atau pendingin ruangan (AC) dapat memperparah penguapan air dari jaringan kulit jika tidak diproteksi dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kulit kering dapat merusak lapisan pelindung terluar kulit. Jika lapisan ini terganggu, kulit menjadi lebih rentan mengalami iritasi, jerawat, hingga masalah kulit lainnya. Oleh karena itu, langkah preventif melalui penggunaan skincare yang tepat sangat disarankan agar pertahanan alami kulit tetap terjaga dengan optimal. Tanpa skin barrier yang sehat, bakteri dan polutan akan lebih mudah menembus pori-pori, menyebabkan peradangan yang sering kali sulit diatasi jika sudah terlanjur parah.

Konsistensi Penggunaan Pelembap dalam Rutinitas Harian

Meskipun jadwal harian berubah selama bulan puasa, dr. Riva menyarankan agar rutinitas perawatan kulit tidak ikut mengendur. Justru di saat seperti inilah, kulit membutuhkan bantuan ekstra dari luar untuk mengunci kelembapan yang ada. Penggunaan pelembap secara rutin menjadi kunci utama dalam menjaga tekstur kulit agar tetap kenyal dan tidak kusam. Konsistensi adalah faktor penentu apakah kulit mampu bertahan menghadapi cuaca dan kurangnya hidrasi internal.

Ia menyarankan agar penggunaan pelembap tidak dilewatkan dalam rutinitas harian. Produk ini berfungsi mengunci kadar air di permukaan kulit sehingga membantu mempertahankan kelembapan alami. Namun, dr. Riva juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Pemilihan pelembap pun sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit masing-masing individu, agar hasil yang didapatkan bisa maksimal tanpa menimbulkan reaksi negatif seperti komedo atau rasa lengket yang berlebihan.

Optimalisasi Penyerapan Skincare pada Kondisi Kulit Lembap

Selain jenis produk, waktu pengaplikasian juga menentukan seberapa efektif skincare bekerja pada kulit. Banyak orang yang belum menyadari bahwa mengoleskan pelembap pada kulit yang benar-benar kering justru kurang efektif dibandingkan saat kulit masih memiliki sedikit kadar air. Penyerapan bahan aktif terjadi lebih cepat melalui jalur folikel rambut dan ruang antar sel ketika kulit dalam keadaan "basah" atau lembap secara alami.

Menurut dr. Riva, penggunaan pelembap akan lebih efektif ketika kulit berada dalam kondisi sedikit lembap, misalnya setelah mandi, mencuci muka, atau berwudhu. Pada kondisi tersebut, pori-pori kulit lebih siap menerima kandungan aktif, sehingga pelembap dapat bekerja optimal dalam mempertahankan hidrasi kulit. Dengan memanfaatkan momen setelah berwudhu, umat Muslim yang menjalankan puasa dapat sekaligus menjaga kelembapan wajah mereka sepanjang hari secara praktis tanpa harus mengganggu aktivitas ibadah.

Kolaborasi Hidrasi dari Luar dan Nutrisi dari Dalam

Meski bantuan dari produk skincare sangat penting, dr. Riva mengingatkan bahwa perawatan kulit yang paripurna haruslah bersifat holistik. Hidrasi dari luar melalui krim atau losion harus didukung dengan asupan nutrisi yang tepat saat waktu berbuka dan sahur. Air putih tetap menjadi komponen tak tergantikan untuk menghidrasi sel dari dalam, karena skincare bekerja di lapisan atas sementara sel membutuhkan asupan langsung dari sistem peredaran darah.

Oleh sebab itu, kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi saat sahur dan berbuka. Hidrasi juga bisa diperoleh dari asupan nutrisi, termasuk protein yang berperan dalam pembentukan kolagen. Dengan menggabungkan pola makan seimbang dan penggunaan produk perawatan yang tepat, kulit akan tetap terlihat segar dan sehat meskipun sedang berpuasa. Pola makan seimbang menjadi kunci untuk menjaga kondisi kulit tetap sehat selama sebulan penuh. Pastikan konsumsi sayur dan buah yang tinggi kadar airnya tetap terjaga agar elastisitas kulit tidak menurun drastis.

Dengan memahami strategi perawatan yang tepat, kekhawatiran akan kulit kusam dan kering selama bulan Ramadhan dapat teratasi. Kesadaran untuk tetap rutin menggunakan pelembap dan menjaga asupan nutrisi akan membuat kulit tetap bercahaya saat menyambut hari kemenangan nanti.

Terkini