JAKARTA - Gelombang mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan kembali mencatat lonjakan signifikan pada moda penyeberangan nasional. Proyeksi terbaru menunjukkan antusiasme masyarakat semakin tinggi, seiring hadirnya berbagai stimulus transportasi dari pemerintah.
PT ASDP Indonesia Ferry memproyeksikan pergerakan penumpang angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau naik 9,4 persen dibandingkan tahun lalu. Salah satu pendorongnya yakni diskon tarif transportasi saat libur Lebaran tahun ini.
Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme terhadap pemulihan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah kepulauan. Momentum Lebaran dinilai tetap menjadi periode dengan pergerakan penumpang dan kendaraan paling tinggi sepanjang tahun.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, memproyeksi jumlah kendaraan sekitar 1,4 juta unit saat libur Lebaran tahun ini atau meningkat 9,3 persen. Dengan kesiapan tersebut, ASDP optimistis layanan penyeberangan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus konektivitas logistik selama mudik dan arus balik Lebaran.
Lonjakan kendaraan ini diperkirakan terjadi di sejumlah lintasan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatra serta wilayah kepulauan lainnya. ASDP menilai kesiapan armada dan pelabuhan menjadi faktor kunci dalam mengantisipasi lonjakan tersebut.
“Kami menyambut baik stimulus transportasi Lebaran sebagai wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat menekan biaya perjalanan sekaligus memastikan arus mudik lebih merata. ASDP akan mengoptimalkan kesiapan operasional agar layanan tetap aman, lancar, dan nyaman,” ujar Heru dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Diskon Tarif Kepelabuhanan dan Stimulus Pemerintah
Pemerintah akan menerapkan diskon tarif jasa kepelabuhanan pada angkutan penyeberangan sebesar 100 persen untuk periode 12–31 Maret 2026, dengan target layanan nasional mencapai 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang. Heru mengatakan, kebijakan ini diharapkan menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus membantu distribusi arus kendaraan dan penumpang selama periode mudik.
Kebijakan diskon ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengurai kepadatan dan mendorong pemerataan arus mudik. Dengan beban biaya yang lebih ringan, masyarakat memiliki fleksibilitas lebih dalam menentukan waktu perjalanan.
Meski demikian, Heru menuturkan bahwa implementasi pemberian diskon tarif pada periode layanan Angkutan Lebaran masih menunggu terbitnya Surat Keputusan Bersama sebagai dasar pelaksanaan teknis di lapangan. Sehingga penerapan kebijakan nantinya dilakukan secara serentak dan terkoordinasi di seluruh pemangku kepentingan.
Kehadiran Surat Keputusan Bersama tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada perbedaan penerapan di lapangan. Koordinasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan kebijakan berskala nasional ini.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Langkah tersebut mencakup kesiapan sarana prasarana, pengaturan jadwal, hingga pengawasan operasional di berbagai simpul transportasi.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pada periode libur hari besar nasional tahun ini pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN maupun non-APBN. Pemerintah juga memberikan fleksibilitas hari kerja bagi ASN dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 guna membantu masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan mengurai kepadatan arus mudik.
Fleksibilitas hari kerja tersebut diharapkan dapat memecah konsentrasi keberangkatan pada hari-hari tertentu. Dengan begitu, kepadatan ekstrem yang biasanya terjadi menjelang hari raya dapat ditekan secara bertahap.
Dukungan Program Mudik Gratis 2026 di Berbagai Lintasan
Selain diskon tarif, ASDP turut mendukung Program Mudik Gratis 2026 di sejumlah lintasan penyeberangan. Program ini mencakup wilayah Aceh dan kawasan kepulauan sekitarnya, serta integrasi perjalanan peserta dari Jakarta menuju Lampung melalui layanan Merak–Bakauheni.
Pendaftaran Mudik Gratis ASDP resmi dibuka 12 Februari 2026 dengan kuota terbatas. Antusiasme masyarakat diperkirakan tinggi mengingat program ini membantu mengurangi beban biaya perjalanan secara signifikan.
Integrasi perjalanan dari Jakarta menuju Lampung melalui lintasan Merak–Bakauheni menjadi salah satu fokus utama. Skema ini dirancang agar perjalanan peserta mudik gratis tetap terkoordinasi dengan jadwal penyeberangan reguler.
Program mudik gratis juga diharapkan membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan. Dengan demikian, potensi antrean panjang di pelabuhan dapat ditekan selama periode puncak arus mudik dan balik.
Mekanisme Pendaftaran dan Imbauan Pembelian Tiket Resmi
Untuk mekanisme pendaftaran, calon pengguna jasa diwajibkan menyiapkan kartu identitas diri sebagai persyaratan administrasi. Informasi terkait pendaftaran dapat dipantau melalui akun Instagram resmi ASDP.
Selanjutnya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring dengan mengisi serta melengkapi data diri sesuai dengan identitas yang berlaku. Ketelitian dalam pengisian data menjadi syarat penting agar proses verifikasi berjalan lancar.
Selain itu, ASDP mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan sejak jauh hari. Pembelian tiket dianjurkan dilakukan melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy guna menghindari antrean di pelabuhan.
"Untuk menjaga kelancaran layanan, pengguna jasa diimbau membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy maksimal H-60 sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal tiket. Masyarakat juga diminta memantau potensi cuaca ekstrem menjelang Angkutan Lebaran seiring masih aktifnya Monsun Asia yang berpotensi meningkatkan curah hujan dan dinamika perairan," tambahnya.
Imbauan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya disiplin waktu dalam menggunakan layanan penyeberangan. Kedatangan sesuai jadwal tiket akan membantu mengurangi kepadatan di area pelabuhan.
ASDP juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca selama periode angkutan Lebaran. Faktor alam seperti peningkatan curah hujan dan dinamika perairan dapat memengaruhi jadwal operasional kapal.
Dengan berbagai proyeksi dan kebijakan yang telah disiapkan, Angkutan Lebaran 2026 di sektor penyeberangan diperkirakan berjalan dengan koordinasi lebih matang. Sinergi antara pemerintah dan operator diharapkan mampu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan keselamatan selama perjalanan.